Rekomendasi Franchise Makanan Thailand yang Punya Pasar Kuat di Indonesia
Kuliner Thailand dikenal dengan karakter rasa asam, pedas, manis, dan gurih yang kuat dalam satu sajian. Inilah yang membuat menu khas Thailand seperti tom yum, pad thai, hingga mango sticky rice relatif mudah diterima oleh lidah konsumen Indonesia. Kondisi ini juga membuka peluang bisnis yang menarik melalui skema franchise makanan Thailand, baik dalam format restoran maupun konsep cepat saji. Mau tahu peluangnya? Pelajari di artikel berikut!
Kenapa Franchise Makanan Thailand Menarik untuk Dikembangkan?

Sebelum masuk ke daftar brand, penting untuk melihat insight bisnisnya, bukan sekadar tren. Franchise makanan Thailand memiliki karakter yang unik dibanding kuliner Asia lain, sehingga peluangnya pun berbeda.
Pertama, makanan Thailand memiliki profil rasa yang dekat dengan lidah Indonesia. Kombinasi pedas, asam, dan gurih membuat konsumen tidak perlu banyak edukasi untuk menerima menunya. Hal ini membantu franchisee mempercepat proses penetrasi pasar, terutama di kota-kota besar dan menengah.
Kedua, banyak brand Thailand yang mengadopsi menu ringkas dengan standar dapur yang efisien. Ini berarti proses training karyawan relatif lebih cepat dan risiko kesalahan operasional bisa ditekan. Dari sisi bisnis franchise, hal ini sangat membantu menjaga konsistensi kualitas di banyak outlet.
Ketiga, franchise makanan Thailand hadir dalam beragam format bisnis—mulai dari restoran dine-in, konsep kasual, hingga dessert dan street food. Variasi ini memberi fleksibilitas bagi franchisee untuk menyesuaikan konsep dengan lokasi, modal, dan target pasar tanpa harus keluar dari satu kategori kuliner.
Keempat, dari sisi branding, makanan Thailand sering dikaitkan dengan pengalaman kuliner dan lifestyle, bukan sekadar makan. Brand yang mampu mengemas pengalaman ini dengan baik cenderung lebih mudah membangun loyalitas pelanggan dan positioning yang kuat.
Rekomendasi Franchise Makanan Thailand
Berikut ini adalah rekomendasi franchise makanan Thailand yang sudah dikenal pasar dan memang menawarkan peluang kemitraan atau kerja sama bisnis.
1. Thai Street

Thai Street mengusung konsep street food Thailand dengan harga terjangkau dan menu yang familiar. Model bisnisnya cocok untuk area mal maupun ruko dengan target pasar menengah. Estimasi investasi berada di kisaran menengah, tergantung ukuran outlet. Keunggulan Thai Street terletak pada menu yang ringkas, alur dapur sederhana, serta kemudahan adaptasi operasional bagi franchisee baru.
2. Greyhound Café
Greyhound Café dikenal sebagai brand Thailand dengan positioning lifestyle dan modern. Di Indonesia, pengembangannya dilakukan secara selektif melalui kerja sama bisnis. Investasi relatif besar, namun sebanding dengan kekuatan brand dan citra premium. Franchise ini lebih cocok untuk investor yang ingin membangun restoran berkonsep dine-in dengan pengalaman makan yang kuat.
3. Tom Tom Thai
Tom Tom Thai menawarkan menu khas Thailand dengan konsep kasual dining. Brand ini cukup fleksibel dalam format outlet, baik di pusat perbelanjaan maupun area perkantoran. Kisaran investasi umumnya menengah, dengan fokus pada konsistensi rasa dan penyajian cepat. Kelebihannya adalah menu yang tidak terlalu kompleks sehingga memudahkan pengendalian kualitas di banyak cabang.
4. Thai Alley

Thai Alley berada di bawah naungan grup F&B besar yang sudah berpengalaman mengelola berbagai brand restoran. Konsepnya menghadirkan suasana pasar malam Thailand dengan menu otentik. Investasi cenderung menengah ke atas, mengikuti standar outlet di mal. Kekuatan Thai Alley ada pada sistem manajemen yang matang dan dukungan operasional yang terstruktur bagi mitra bisnis.
5. Tuk Tuk Thai Food
Tuk Tuk Thai Food mengusung konsep cepat saji dengan menu andalan seperti pad thai, nasi ayam pandan, dan tom yum. Format bisnisnya relatif efisien dan cocok untuk lokasi dengan traffic tinggi. Estimasi investasi berada di kelas menengah, menjadikannya pilihan menarik bagi franchisee yang ingin bermain di volume penjualan. Menu yang praktis membantu mempercepat proses layanan dan rotasi pelanggan.
6. Mango Sticky Rice Thai Dessert
Franchise makanan Thailand tidak selalu harus berupa restoran berat. Brand dessert Thailand yang fokus pada mango sticky rice dan minuman khas Thailand mulai berkembang di Indonesia. Investasinya cenderung lebih rendah, dengan kebutuhan dapur yang minimal. Konsep ini cocok untuk franchisee yang ingin memulai bisnis dengan risiko operasional lebih kecil dan target pasar yang luas.
7. So Thai

So Thai menyasar segmen kasual dengan pendekatan menu Thailand yang disesuaikan untuk pasar lokal. Brand ini cocok untuk franchisee pemula karena sistem operasionalnya tidak terlalu rumit. Kisaran investasi relatif lebih terjangkau dibanding restoran full service, tergantung konsep outlet. Keunggulan utamanya adalah fleksibilitas lokasi dan menu yang mudah diterima berbagai kalangan.
Franchise makanan Thailand menawarkan variasi peluang bisnis, mulai dari restoran premium hingga konsep cepat saji dan dessert. Setiap brand memiliki karakteristik berbeda, baik dari sisi investasi, sistem operasional, maupun target pasar. Dengan memahami model bisnis dan kekuatan masing-masing franchise, calon mitra dapat memilih peluang yang paling sesuai dengan strategi dan kapasitas modalnya.
Memilih franchise bukan hanya soal tren, tetapi juga tentang kesiapan menjalankan sistem dan menjaga konsistensi kualitas agar bisnis dapat tumbuh berkelanjutan. Untuk info menarik lainnya seputar dunia dan rekomendasi franchise, pantau terus artikel terbaru di KabarFranchise.com.


Leave a Reply