Perbedaan Franchise Consultant dan Franchise Broker, Mana yang Lebih Jago?
Memutuskan untuk menjalankan model bisnis waralaba bisa menciptakan pengalaman yang mengasyikkan sekaligus menantang. Untuk mengatasi tantangan dan mengurangi risikonya, Anda bisa bekerja sama dengan franchise consultant atau franchise broker. Kira-kira, apa ya perbedaan franchise consultant dan franchise broker? Yuk, temukan penjelasannya di sini!
Perbedaan Franchise Consultant dan Franchise Broker
Franchise consultant dan franchise broker sama-sama memainkan peran penting dalam industri waralaba, tapi keduanya memiliki perbedaan yang cukup nyata. Berikut adalah rangkumannya.
1. Definisi

- Franchise consultant: adalah profesional atau pakar yang berpengalaman di industri franchise dan memiliki pengetahuan luas di bidang ini sehingga dianggap sebagai orang yang saran dan nasihatnya bisa diimplementasikan.
- Franchise broker: adalah profesional yang bertindak sebagai perantara antara franchisor dan franchisee untuk mengatur kesepakatan transaksi jual beli—dalam hal ini adalah waralaba itu sendiri.
2. Fokus Utama
- Franchise consultant: bertindak sebagai penasihat untuk membantu calon franchisee mempertimbangkan waralaba yang tepat sesuai dengan tujuan, keterampilan, dan situasi keuangan mereka. Sementara, ketika membantu franchisor, konsultan waralaba bisa memberi saran tentang cara meningkatkan operasi, pemasaran, atau strategi bisnis.
- Franchise broker: bekerja seperti matchmaker, yakni menemukan “jodoh” yang sempurna untuk franchisor dan calon franchisee—dengan mempertimbangkan visi, preferensi, dan kriteria kedua belah pihak.
3. Layanan yang Ditawarkan
- Franchise consultant: menyediakan layanan yang lebih komprehensif. Mulai dari pemilihan waralaba, proses akuisisi, perencanaan bisnis, dan bisa juga sebagai mentor di tahap-tahap awal.
- Franchise broker: fokus untuk menemukan kandidat yang tepat dengan menyajikan peluang waralaba yang sesuai. Pialang waralaba mungkin menawarkan beberapa panduan dasar, tetapi sampai memberikan dukungan yang mendalam dan berkelanjutan seperti yang ditawarkan konsultan.
4. Kedalaman Pengetahuan dan Layanan

- Franchise consultant: umumnya memiliki pengetahuan yang lebih dalam dan luas tentang sistem waralaba. Mereka memberikan wawasan strategis hingga tataran operasional sehingga bisnis waralaba bisa berjalan lancar.
- Franchise broker: memiliki pengetahuan tentang peluang waralaba yang tersedia, tetapi keterlibatan mereka hanya sebatas untuk mempertemukan calon franchisee dengan peluang waralaba yang cocok.
5. Basis Klien
- Franchise consultant: bekerja dengan franchisor maupun calon franchisee. Namun, jasa mereka lebih sering digunakan oleh pebisnis yang ingin mewaralabakan bisnisnya, tapi ada kalanya juga mereka diminta calon franchisee untuk menganalisis peluang waralaba.
- Franchise broker: biasanya bekerja sama dengan franchisor untuk menemukan kandidat franchisee yang memenuhi kriteria. Ini sangat membantu franchisor memasarkan waralabanya.
6. Hubungan dengan Franchisor
- Franchise consultant: hubungan mereka dengan franchisor lebih bersifat konsultatif dan advisory. Mereka memberikan saran-saran perbaikan untuk meningkatkan operasional, pemasaran, hingga rencana skalabilitas.
- Franchise broker: hubungan mereka dengan franchisor lebih bersifat transaksional, sebagaimana mereka mendapatkan kompensasi berupa komisi karena telah menemukan kandidat franchisee yang tepat.
7. Biaya dan Upah

- Franchise consultant: dibayar atas layanan yang mereka berikan. Biaya ini bisa berupa biaya tetap, berdasarkan proyek, atau tarif per jam—tergantung jenis konsultasi yang dibutuhkan.
- Franchise broker: mendapat komisi yang akan dibayarkan oleh franchisor untuk setiap perjanjian waralaba yang ditandatangani.
8. Tingkat Keterlibatan
- Franchise consultant: memiliki tingkat keterlibatan yang lebih dalam dan panjang. Bahkan setelah perjanjian waralaba ditandatangani, mereka masih memberikan dukungan dan saran perbaikan. Terutama selama tahap awal pengoperasian waralaba.
- Franchise broker: hanya terlibat dalam tahap awal, tepatnya ketika franchisor membuka peluang waralaba dan calon franchisee mencari peluang yang tepat. Hubungan franchise broker dengan kliennya akan berakhir segera setelah perjanjian waralaba ditandatangani. Setelah itu, mereka tidak terlibat sama sekali.
9. Komitmen Waktu dan Durasi Hubungan
- Franchise consultant: hubungan antara konsultan waralaba dan klien sering kali berjangka panjang, selama beberapa bulan atau bahkan lebih lama. Terutama jika mereka dilibatkan dalam rencana strategis yang membutuhkan bimbingan dan saran-sarannya.
- Franchise broker: bubungan pialang waralaba dengan klien biasanya berjangka pendek mengingat fokus utamanya hanya untuk memfasilitasi kesepakatan.
10. Dukungan Hukum dan Keuangan

- Franchise consultant: dapat membantu klien memahami aspek hukum dan keuangan waralaba, seperti perjanjian waralaba, kepatuhan hukum, dan pemodelan keuangan. Meskipun tidak menawarkan layanan hukum atau keuangan secara langsung.
- Franchise broker: biasanya tidak terlibat dalam memberi nasihat kepada klien tentang aspek hukum dan keuangan. Meskipun begitu, mereka biasanya mampu memberikan gambaran dasar tentang biaya dan ongkos waralaba.
Itulah perbedaan franchise consultant dan franchise broker. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan baru untuk Anda. Terus perbarui informasi seputar dunia franchise hanya di KabarFranchise.com, ya!


Leave a Reply